Kebaikan


good is not enough
one better is possible…

baik itu tidak cukup kalo lebih baik itu masih mungkin

hidup tidak boleh hanya bergantung dari kasih sayang..
tidak harus hanya karena kita hanya disukai…
tetapi harus karena kita bisa mendatangkan keuntungan..
disukai atau tidak, disayangi atau tidak…
kita tampil baik atau tidak …
kalo kita dibutuhkan karena kita mendatangkan keuntungan
mudah-mudahan kita ditempatkan ditempat -tempat yang mulia
[MT]

Tags: ,

2010


Tak terasa tahun 2009 telah meninggalkan kita, tak terasa pula dengan seiring berjalanya waktu umur kita akan semakin bertambah tua.

Lalu hal apa yang bisa kita persiapkan untuk menyongsong kehidupan kita menjadi lebih baik agar semasa hidup kita, waktu kita tidak terbuang dengan sia - sia.

Pada hakikatnya semakin hari umur kita akan semakin berkurang.
Hal - hal apa saja yang sudah bisa kita capai dalam kehidupan ini, seharusnya setiap hari kita melakukan introspeksi diri sampai sejauh mana usaha kita untuk mencapai kesuksesan yang telah kita rencanakan di awal.
So di awal tahun 2010 ini yang memilik resolusi tahun 2010 untuk lebih baik upayakan itu sampai tercapai apa yang menjadi
harapan dan cita - cita kedepan.

Pak Mario Teguh pernah mengatakan dalam diskusinya bahwa ada Urutan Karier dalam kehidupan :
1. Melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan oleh orang lain.
2. Melakukan sesuatu yang sulit di lakukan oleh orang lain.
3. Melakukan sesuatu yang tidak mungkin di lakukan oleh orang lain

Jika anda sekarang pada posisi pertama, maka siapkanlah langkah anda untuk mencapai pribadi yang lebih dari biasanya, karena orang kecil hanya melakukan hal - hal yang kecil yang itu bisa di lakukan oleh semua orang. Cobalah untuk melakukan hal - hal besar agar nantinya kita bisa menjadi pribadi yang besar yang mampu mengubah pribadi dan lingkungan.
Jika kita telah terbiasa dengan nomor 3 maka keajaiban akan muncul dalam diri, karena hebatnya kita akan melakukan itu dengan mudah!

Tags: , , ,

Gadis Kecil Dan Kotak Emas

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang Ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.

“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”
Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”
“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.
“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

Tags: ,

Kasih Sayang


Seorang kakek yang membawa mawar merah duduk bersebelahan dengan seorang pemuda di dalam bus.

Pemuda ini melirik bunga mawar indah yang dibawa sang kakek dan berkomentar, “Ada wanita yang akan memperoleh mawar merah yang indah.”
“Benar,” kata kakek itu seraya tersenyum.

Beberapa menit berlalu, dan kakek ini menyadari bahwa sang pemuda masih terus memperhatikan bunga mawar yang dibawanya.

“Apa kamu punya kekasih?” tanya si kakek.
“Punya,” jawab si pemuda.
“Saya akan bertemu dia, dan saya membawakan dia hadiah ini,” si pemuda menunjukkan sebuah kartu ucapan.

Si kakek mengangguk-angguk. Beberapa menit kemudian, si kakek berdiri, berpamitan kepada si pemuda karena tujuannya sudah sampai. Sambil melangkah melewati pemuda ini, si kakek memberikan semua mawar yang dibawanya.

“Berikanlah mawar ini untuk kekasihmu,” katanya. “Saya akan memberitahu isteri saya tentang ini, dan saya yakin dia pasti akan setuju.”

Kakek itu lalu turun, dan si pemuda melihat si kakek berjalan masuk ke kompleks pemakaman menuju nisan isterinya.

Pesan dari cerita diatas :
Syukurilah cinta yang dianugerahkan Tuhan pada kita. Walaupun jauh atau kehilangan seseorang, tapi kebahagiaan cinta akan terasa selamanya. :)

Tags: , ,

Mengganti Urutan Boot di Dual OS


Apabila komputer kita memakai dual OS misal kita pake’ windows and ubuntu secara default pasti urutan untuk boot OS nya dari ubuntu dan windowsnya kebagian yang paling akhir….

Kemaren aku sempet bingung juga gimana caranya supaya urutanya bisa di rubah sesuai keinginan kita, nah akhirnya setelah nyoba - nyoba dan tanya - tanya temen akhirnya ketemu juga.. :D
ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan… gampang cuy…. :P

Oke gini caranya :
pertama kamu masuk ke terminal di linux dulu (kayak cmd di windows)
klo di ubuntu biasanya masuk ke Application->accessories->Terminal
nah yang kedua kamu ketikkan :
sudo gedit /boot/grub/menu.lst
setelah itu masukkin password komputer kamu (mosok lali ???)
nah sekarang kamu bisa edit teks yang ada di situ, cari kata - kata ##end default option##
nah cari tulisan kayak gini :
title Microsoft Windows XP Professional
rootnoverify (hd0,0)
savedefault
makeactive
chainloader +1

biasanya urutan paling atas adalah dari distro linux yang telah kamu instal…. nah sekrang tugas kamu cut and paste tulisan (windows) di atas yang ada di dalam terminal tadi di posisi tepat di bawah tulisan end default optionya.

Jangan lupa di save :)
dan restart lihat hasilnya :D
oke itu dulu ya….. klo ada dari temen - temen yang punya cara yang lebih singkat bisa di share di sini…. :)

Tags: , ,

Kenalkan Kualitas Kepribadian pada Mahasiswa Baru!

mhsswa1


JAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan pembangunan intelektualitas seorang mahasiswa tidak semata ditentukan oleh nilai-nilai akademis yang diperolehnya di bangku kuliah, melainkan juga kualitas kepribadian yang baik.

“Di luar bidang akademis, mahasiswa dituntut untuk bisa mengembangkan kepribadiannya yang jujur, suka bekerjasama, dan saling menghargai serta memperhatikan sesamanya, itulah kualitas kepribadian seorang mahasiswa seharusnya,” ujar Andre Ata Ujan, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, di sela acara perkenalan mahasiswa baru fakultas ekonomi di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis (13/8).

Untuk itu, lanjut Andre, acara perkenalan mahasiswa baru tersebut dilaksanakan tidak hanya sekadar dijadikan ajang orientasi akademis, melainkan juga potensi kepribadian diri para mahasiswa. Kegiatan ini dibagi ke dalam dua acara, yaitu Pesona FE dan Outing Activities/Outbound.

Andre menuturkan, jika kegiatan Pesona digelar di dalam kampus sebagai ajang perkenalan kegiatan akademis dan organisasi kemahasiswaan, Outing atau Outbound dilaksanakan di luar kampus dengan berbagai bentuk permainan yang menyenangkan. Di acara inilah berbagai potensi dalam diri para mahasiswa baru dikembangkan.


“Jadi sebelum mereka terjun ke kegiatan belajar yang sesungguhnya, para mahasiswa baru semakin paham tentang perlunya kejujuran, kerjasama, rendah hati, dan sikap saling menghargai antar sesama, karena nantinya mereka harus pribadi yang mandiri untuk menentukan dan mengembangkan intelektualitasnya sampai akhirnya terjun ke masyarakat,” ujar Andre.


Kegiatan perkenalan mahasiswa baru FE Unika Atmajaya tersebut akan ditutup dengan kegiatan aksi bakti sosial dan penanaman 200 pohon di kawasan Taman Mini Indonesia Indah pada 14-15 Agustus 2009.

Tags: , , ,

kisah Si Penebang Pohon


Cerita ini saya dapat dari bapak andre wongso, begini ceritanya :
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
[...]

Tags: ,

Sifat Kepiting


Saat menjelang malam hari di tepi pantai, terlihat para nelayan melakukan kegiatan yakni menangkap kepiting yang biasanya keluar dari sarang mereka di malam hari. Kepiting-kepiting yang ditangkap oleh nelayan, sebagian kecil akan menjadi lauk santapan sekeluarga, sebagian besar akan di bawa ke pengumpul atau langsung ke pasar untuk dijual.

Para nelayan itu memasukkan semua kepiting hasil tangkapan mereka ke dalam baskom terbuka. Menariknya, baskom tersebut tidak perlu diberi penutup untuk mencegah kepiting meloloskan diri dari situ. Ada yang menarik dari tingkah laku kepiting-kepiting yang tertangkap itu. Mereka sekuat tenaga selalu berusaha keluar dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat, tetapi jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan berusaha keras menarik kembali ke dasar baskom. Begitulah seterusnya, sehingga akhirnya tidak ada seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom, sebab itu lah para nelayan tidak membutuhkan penutup untuk mencegah kepiting keluar dari baskom. Dan kemudian mati hidupnya si kepiting pun ditentukan keesokan harinya oleh si nelayan.

Sungguh menarik kisah dari sifat kepiting tadi, mengingatkan kita pada kehidupan manusia. Kadang tanpa disadari, manusia bertingkah laku seperti kepiting di dalam baskom. Saat ada seorang teman berhasil mendaki ke atas atau berhasil mencapai sebuah prestasi, yang seharusnya kita ikut berbahagia dengan keberhasilan itu, tetapi tanpa sadar, kita justru merasa iri, dengki, marah, tidak senang, atau malahan berusaha menarik atau menjatuhkan kembali ke bawah.

Apalagi dalam bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, tidak mau kalah akan semakin nyata dan bila tidak segera kita sadari, kita telah menjadi monster, mahluk yang menakutkan yang akhirnya akan membunuh hati nurani kita sendiri.

[...]

Tags: ,

Kelinci si Penakut


Kalau mendengar kata kelinci pasti kita ingat masa kecil dulu yang sering di ceritakan oleh bapak ibu kita atau oleh guru - guru kita dahulu hemmm…jadi inget masa kecilku dulu ^_^
tapi sekarang aku g mau cerita tentang “si kancil nyolong timun” atau yang lain tetapi aku pengen cerita tentang kehidupan kita yang di inspirasikan oleh seekor kelinci. Cerita ini diceritkan oleh bapak andre wongso. Isinya lumayan bagus so baca ya … :)
Lets go….
Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ketakutan tanpa alasan yang jelas, sesegera mungkin menyingkir bila dia merasa terganggu keamanannya.

Suatu hari, terlihat sekelompok kelinci sedang berkumpul di tepi sebuah sungai, mereka sibuk berkeluh kesah meratapi nyalinya yang kecil, mengeluh kehidupan mereka yang senantiasa dibayangi dengan mara bahaya. Semakin mereka ngobrol, semakin sedih dan ketakutan memikirkan nasib mereka.
[...]

Tags: ,

Pemenang vs Pecundang


Yap mungkin bagi sebagian orang begitu mudah mengatakan “dasar pecundang!!!!”
kira-kira dia sebenernya tau g sih karakter seorang pecunda itu seperti apa? Jangan - jangan orang yang suka mengatakan itu sama halnya dengan apa yang ia lontarkan kepada orang lain…
so coba deh simak tulisan berikut ini, tulisan ini saya dapat dari group “PUSAT MOTIVASI INDONESIA” yang diambilkan dari
Dari buku karya William Tanu Widjaja.

Pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu punya program;
Pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”;
Pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya.”

Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah;
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.
[...]

Tags: ,

 Page 1 of 4  1  2  3  4 »